Sisworoguntara

Sisworoguntara

Selasa, 29 Januari 2013

APRESIASI SENI TARI KELAS 7 Smtr 2


APRESIASI SENI TARI
KELAS VII SEMESTER 2
Sumber:
Yoyok RM, Siswandi, Pendidikan Seni Budaya 1. Jakarta.Yudhistira. 2007:176-185.
Courtessy Youtube
4 Shared
Kreasi dan koleksi pribadi
dianimasi untuk media pembelajaran oleh:
Sisworo
NIP. 196302141986031015






STANDAR KOMPETENSI
Mengapresiasi karya seni tari
KOMPETENSI DASAR
1. Mengidentifikasi jenis karya seni tari berpasangan / kelompok daerah setempat.
2. Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan seni tari berpasangan / kelompok daerah setempat.



Mengenal Karya Seni Tari Kelompok atau Berpasangan dari Daerah Setempat (Pantura Jawa)
Indonesia merupakan negeri yang kaya dengan berbagai budaya daerah. Bukan hanya karya seni tari tunggal, karya seni tari berpasangan dan kelompok pun mewarnai keanekaragaman karya seniman bangsa ini.


A. Karya Seni Tari Berpasangan/Kelompok dari Daerah Setempat.
Jenis tari berpasangan / kelompok yang terdapat di Indonesia sebagian besar dijumpai pada tari ritual.
Berikut ini beberapa tari berpasangan / kelompok yang ada di Jawa.



1. Gambyong.



2. Srimpi


3. Bambangan Cakil


4. Kuntulan


5.Kuda lumping / Ebeg


6.Sintren / Lais


7.Slendang Pemalang




B.Keunikan Ragam Gerak Tarian Berpasangan dari Daerah Setempat.
Secara umum gerakan tari, baik tarian tunggal maupun tari berpasangan di setiap daerah hampir sama, tetapi ada beberapa gerakan khusus yang mencerminkan keunikan masing-masing daerah. Beberapa artikel singkat dan contoh gerakan khusus tarian daerah adalah sebagai berikut :

1. Tari Gambyong
Tari Gambyong adalah suatu tarian yang disajikan untuk penyambutan tamu atau mengawali suatu resepsi perkawinan. Biasanya penarinya rata-rata masih muda dan berparas cantik.
Sebagai suatu bentuk performance art, tari Gambyong menyajikan santapan estetis tersendiri bagi siapa saja yang menyaksikan sehingga sangat cocok untuk dijadikan objek wisata seni budaya.

http://student.d3ti.mipa.uns.ac.id/ajix/tari-gambyong.html


2.Tari Srimpi
Tari Srimpi merupakan tarian bernuansa mistik yang berasal dari Yogyakarta. Tarian ini diiringi oleh gamelan Jawa.
Tarian ini dimainkan oleh empat orang penari wanita. Gerakan tangan yang lambat dan gemulai, merupakan ciri khas dari tarian Serimpi. Tarian srimpi sangopati karya Pakubuwono IX ini, sebenarnya merupakan tarian karya Pakubuwono IV yang memerintah Kraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1788-1820 dengan nama Srimpi sangopati kata sangapati itu sendiri berasal dari kata sang apati sebuah sebutan bagi calon pengganti raja. Tarian ini melambangkan bekal untuk kematian (dari arti Sangopati) diperuntukan kepada Belanda.


3.Bambangan Cakil
Tari Bambangan Cakil merupakan salah satu tari klasik yang ada di Jawa khususnya Jawa Tengah. Tari ini sebenarnya diadopsi dari salah satu adegan yang ada dalam pementasan Wayang Kulit yaitu adegan Perang Kembang. Tari ini menceritakan perang antara ksatria melawan raksasa.[1] Ksatria adalah tokoh yang bersifat halus dan lemah lembut, sedangkan Raksasa menggambarkan tokoh yang kasar dan bringas. Didalam pementasan wayang Kulit. Perang antara Ksatria (Bambangan) melawan raksasa ini sangat atraktif.

 

4.Kuntulan
KUNTULAN berasal dari kata Kun ‑ tauw yang berarti merupakaan jenis Seni bela diri dan juga berasal dari kata KUNTUL yang berarti jenis burung Angsa yang berwama putih, sehingga dari dua artinya tersebut kesenian Tari Kuntulan mempunyai 2 (dua) ciri khas :
1.
Gerakan Tari Kuntulan merupakan penghalusan/penyamaran dari gerakan bela diri.
2.
Kostum Tarl Kuntulan menggunakan wama putih‑putih (atas/bawah) yang merupakan warna khas burung kuntul
Tari kuntulan tumbuh dan berkembang diperkirakan pada masa perang Diponegoro Tahun 1825 ‑ 1830 hal ini digunakan untuk mengelabuhi Pemerintah Belanda agar Laskar‑Laskar Pangeran Diponegoro di dalam menyusun kekuatan (Gladi Keprajuritan) tidak tercium oleh Belanda, maka gerakan‑gerakan bela dirl tersebut diperhalus dan berirama serta diiringi dengan rebana maupun syair‑syair keagamaan.



4.Kuda lumping / Ebeg
Ebegadalah jenis tarian rakyat yang berkembang di wilayah Banyumasan. Varian lain dari jenis kesenian ini di daerah lain dikenal dengan nama kuda lumping atau jaran kepang, ada juga yang menamakannya jathilan (Yogyakarta) juga reog (Jawa Timur). Tarian ini menggunakanebegyaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan. Penarinya mengenakan celana panjang dilapisi kain batik sebatas lutut dan berkacamata hitam, mengenakan mahkota dan sumping ditelinganya. Pada kedua pergelangan tangan dan kaki dipasangi gelang-gelang kerincingan sehingga gerakan tangan dan kaki penari ebeg selalu dibarengi dengan bunyi kerincingan. Jumlah penari ebeg 8 oarang atau lebih, dua orang berperan sebagai penthul-tembem, seorang berperan sebagai pemimpin atau dalang, 7 orang lagi sebagai penabuh gamelan, jadi satu grup ebeg bisa beranggotakan 16 orang atau lebih.
 http://fihman.blogspot.com/2011/11/ebeg-kuda-lumping.html


6.Sintren
Sintren berkembang di daerah Pantura atau pantai utara Jawa. Sintren adalah satu hiburan rakyat yang mula-mula sebenarnya merupakan sebuah tarian yang berbau mistis dan berdaya magis. Tarian sintren bersumber dari cerita cinta kasih Putri Sulasih dan Raden Sulandono.
Sintren kini lebih banyak diminati tetapi hanya sebagai kaidah hiburan semata.


7.Slendang Pemalang
Tari Slendang Pemalang hasil karya Drs Kustoro budayawan dan seniman senior Kabupaten Pemalang ini, tidak lama lagi akan menjadi satu satunya tari asal Pemalang.  Pasalnya tarian khas Pemalang yang digarap dengan perpaduan beberapa etnis  ini, sedang dalam proses penetapan atau dipantenkan oleh pemerintah daerah.
 

TUGAS PERORANGAN
1.Amati salah satu pertunjukan tari diatas.
2.Buatlah laporan tentang keunikan-keunikan tari yang kamu amati      tersebut dengan format laporan sebagai berikut :
a. Identitas siswa :
     Kelas           : ……………………………..……….…………………
     Nomor Absen  : …………………………..………….…………………
     Nama           : ……………………………..…….……………………
b. Isi laporan
  Nama Tari      : ………………………………………………….………
  Asal Daerah    : ………………………………………………….………
Gerak-gerak yang unik :
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
Tata panggung yang unik :
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
Tata rias dan kostum yang unik adalah :
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………

Laporan diketik dengan jarak 1.5 spasi dan jenis huruf times new roman, kemudian dikirim ke Sisworoguntara@Gmail.Com paling lambat tanggal 28 Februari 2013 jam 00.00 wib. 


















SELAMAT BELAJAR SEMOGA SUKSES


Sisworoguntara@Gmail.com